rss

history hollic club

About Me

Foto saya
Menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang. Saat ini mengajar di SMPK Kolese Santo Yusup 1 Malang sebagai guru sejarah. Di samping mengajar juga aktif dalam kegiatan photograpy.

Minggu, 06 September 2009

Pura Gunung Kawi, Berdiri di Antara Situs Purbakala

Senin, 7 September 2009 | 09:31 WIB
KOMPAS.com — Sisi yang menarik dari pura ini adalah terdapatnya bangunan bekas peninggalan raja-raja ash Bali kuno, termasuk candi yang dipahat langsung di tebing, di sekitar pura. Pahatan dan bangunan-bangunan itu kini ditetapkan sebagai situs purbakala yang harus dilestarikan.

Ketika ke Bali, apa yang Anda lakukan selama berlibur di sana? Menghabiskan waktu bermain di pantai, membeli lukisan dan barang seni di daerah Ubud, atau mengunjungi tempat-tempat yang memiliki bangunan berarsitektur Bali? Dari sekian agenda yang ada, seberapa tertarikkah Anda untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki bangunan berarsitektur Bali? Sepuluh orang yang ditanya mengenai hal ini menjawab bahwa kadar ketertarikan terhadap tempat seperti ini cukup tinggi.

Bentuk bangunan arsitektur Bali tidak hanya terbatas pada bangunan komersial atau hunian. Pura sebagai bangunan peribadahan merupakan bentuk bangunan yang bisa menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Bali.

Keberadaan pura di Bali memang jamak. Meskipun wisatawan tak bisa masuk ke dalam pura, memandang keelokan bentuk pura dari luar sudah cukup memikat wisatawan. Dari sekian pura yang ada di Bali, Pura Gunung Kawi adalah salah satu pura yang patut Anda kunjungi. Banyak alasan mengapa pura yang lokasinya berada di wilayah Banjar (Dusun) Penaka, Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, harus Anda datangi.

Setidaknya ada dua alasan yang bisa memicu Anda untuk datang ke tempat ini. Pertama karena letaknya berada di lembah bukit, dan kedua karena letaknya dikelilingi oleh candi yang dipahat langsung di dinding.

Menuruni sekitar 320 anak tangga
Memasuki kawasan Pura Gunung Kawi harus menyiapkan tenaga ekstra. Pura ini hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dengan jarak yang relatif jauh dari parkiran mobil. Dari pintu gerbang, tempat pengunjung harus membeli karcis masuk seharga Rp 6.000, kita harus menuruni sekitar 320 anak tangga. Ini tak lain karena letak pura terdapat di dasar lembah.

Perjalanan menuruni sekitar 320 anak tangga ini tak terasa melelahkan karena di sekeliling tangga Anda bisa melihat hamparan hijaunya sawah yang bentuk lahannya bertingkat. Selain itu, jika lelah, Anda bisa beristirahat di warung-warung yang ada di sebelah anak tangga.

Sesampainya di dasar lembah, Anda akan memasuki lorong panjang yang konon dibuat dengan cara membelah batu besar. Lorong ini adalah pintu masuk menuju kawasan Pura Gunung Kawi.

Kawasan yang ditemukan sekitar awal tahun 1910 ini terpisah menjadi dua bagian oleh Sungai/Tukad Pakerisan, bagian di sebelah barat dan bagian di sebelah timur Sungai Pakerisan. Di kedua bagian ini, Anda bisa melihat candi yang melekat langsung di dinding tebing. Candi yang dipahat langsung di dinding tebing inilah yang menjadi daya tarik mengapa Anda harus datang ke tempat ini.

Empat gugusan
Pahatan candi yang ada di dinding tebing batu ini memiliki beberapa makna dan fungsi, baik yang berada di sisi barat, maupun timur Sungai Pakerisan. Menurut beberapa sumber literatur, adanya pahatan ini mengilhami penamaan kawasan ini. Ada yang menyebutkan bahwa kata ukiran dalam bahasa Jawa Kuno adalah Kawi. Karena adanya candi yang diukir di dinding tebing dan berada di pegunungan, maka pura yang ada di kawasan ini disebut Pura Gunung Kawi.

Secara keseluruhan, pahatan candi di dinding tebing yang ada di kawasan Pura Gunung Kawi ini terbagi menjadi empat gugusan. Gugusan pertama terdiri dari 5 candi yang dipahat berderet dari arah utara ke selatan pada tebing yang ada di sisi timur sungai.

Pada pahatan candi yang ada di sisi paling utara terdapat tulisan "Haji Lumah Ing Jalu". Dari tulisan ini, ada yang menyebutkan bahwa candi di sisi paling utara ini digunakan untuk istana pemujaan roh suci Raja Udayana. Sementara itu, candi di sebelahnya adalah istana untuk permaisurinya dan anak-anak Raja Udayana, Marakata dan Anak Wungsu.

Gugusan kedua terdiri dari empat candi yang dipahat berderet dari arah utara ke selatan pada tebing yang ada di sisi barat sungai. Dr R Goris, arkeolog dari Belanda, dalam beberapa literaturya menyebutkan bahwa keempat deretan candi ini berfungsi sebagai kuil (padharman) bagi keempat permaisuri raja.

Gugusan ketiga adalah bangunan biara dan ceruk (rongga besar) yang dipahatkan pada tebing yang terletak di sebelah selatan gugusan pertama. Adapun gugusan keempat merupakan sebuah candi dan ceruk yang digunakan sebagai tempat pertapaan. Letaknya berada sekitar 220 meter dari gugusan kedua.

Lantas, di mana letak puranya? Pura ini sendiri letaknya berada di samping gugusan candi pertama. Di dalamnya terdapat bangunan-bangunan pelengkap pura, seperti pelinggih dan bale perantenan.

Pura Gunung Kawi biasa digunakan pada saat upacara Piodalan. Upacara yang dilakukan setiap bulan purnama tiba ini adalah upacara pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya melalui sarana pemerajan, pura, dan kahyangan.

Diukir dengan kuku jari
Jika ditilik ke masa lalu, keberadaan pura ini tidak terlepas dari gugusan-gugusan pahatan yang ada. Tulisan-tulisan yang ada di setiap pahatan yang berfungsi sebagai data arkeologi menunjukkan bahwa Pura Gunung Kawi dibuat pada abad ke-11.

Hal ini terlihat dari tulisan "Haji Lumah Ing Jalu". Bentuk tulisan ini adalah bentuk tulisan kadiri kuadrat yang lazim digunakan di kerajaan yang ada di Jawa Timur pada abad ke-11.

Pada masa itu, pemerintahan yang sedang berkuasa adalah Raja Marakatapangkaja. Oleh karena itu, banyak pihak yang mengatakan bahwa kompleks Aura Gunung Kawi ini dibangun oleh Raja Marakatapangkaja dan diselesaikan oleh Raja Anak Wungsu.

Salah satu bukti bahwa Raja Anak Wungsu yang menyelesaikan pembangunan ini adalah adanya makam abu Raja Anak Wungsu. Selain itu, di sini juga terdapat makam Raja Udayana, raja dari dinasti Warmadewa yang memimpin kerajaan terbesar di Bali.

Makam abu kedua raja ini berada di balik pahatan candi dinding. Dengan adanya makam ini, tak heran bila kompleks pura ini disebut sebagai makam Dinasti Warmadewa.

Beberapa sumber literatur dan warga di sekitar Pura Gunung Kawi menyebutkan bahwa pahatan candi di tebing dibuat oleh Kebo Iwa, tokoh legenda rakyat Bali yang memiliki kekuatan besar. Ia membuat pahatan candi di tebing batu ini menggunakan kuku tangannya.

Keelokan pahatan dinding dan pura yang ada di sini menawan dilihat dan harus dijaga keberadaannya. Oleh karena itu, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Bali menetapkan bahwa kawasan ini adalah aset purbakala yang harus selalu dilestarikan. (Tabloid Rumah/Al Anindito Pratomo)

Jumat, 04 September 2009

Berburu Kapal VOC di Dasar Sungai Musi

Sabtu, 5 September 2009 | 07:01 WIB
PALEMBANG, KOMPAS.com — Para penyelam tradisional semakin semangat mencari harta karun di Sungai Musi. Setelah dihebohkan isu penemuan arca seharga Rp 3 miliar, kini giliran mereka memburu kapal dagang VOC (Vereenigde Oost indische Compagnie) Belanda yang karam di Sungai Musi sekitar abad ke 17 dan 18. Keberadaan kapal tersebut diungkap peneliti dari Balai Arkeologi Palembang, Aryandini Novita, dalam pertemuan di Pos Polair 30 Ilir, Rabu (2/9) siang. Ia mengatakan, belum lama ini memperoleh data semua kapal milik VOC yang tenggelam di wilayah Asia, termasuk Palembang. “Lokasinya tidak dijelaskan secara pasti, tapi disebutkan tenggelam di Sungai Musi,” kata Novita.

Informasi ini menarik perhatian kelompok penyelam. Mereka langsung menghubungkannya dengan sejumlah benda yang pernah diangkat dari dasar Musi. Yanto (48), salah seorang pimpinan kelompok penyelam, mengaku pernah menemukan lempengan kuning berbentuk bundar dengan tulisan timbul ‘Arona Pajero’. Ia menduga benda yang diperoleh di kawasan 30 Ilir itu bagian dari kapal VOC yang dimaksud. Para penyelam mengungkap penemuan bola meriam warna hitam dan berkarat dan sejumlah benda yang juga diduga bagian kapal VOC, seperti plat kuningan mirip plat motor dan koin uang Belanda bergambar Ratu Wilhelmina. “Lempengan itu saya jual Rp 20 ribu per kilo. Kalau tahu itu barang antik, harganya bisa lebih mahal. Kalau begitu, kita cari saja kapal itu,” kata Yanto.

Hakim (47), penyelam lain juga tertarik. Ia mengatakan, selama ini benda-benda serupa itu dijual per Kg dalam kelompok kuningan. Dikonfirmasi penemuan-penemuan itu melalui telepon semalam, Novita mengatakan, ada kemungkinan benda itu bagian kapal VOC yang dimaksud. Namun, kepastiannya harus melalui penelitian ilmiah. Selidiki Arca Pertemuan siang kemarin membahas isu kelompok penyelam menemukan benda cagar budaya (BCG) berupa arca yang dijual seharga Rp 3 miliar. Sekitar 15 kelompok penyelam hadir berdialog dengan polisi dan peneliti Balar Palembang, Novita dan Budi Wiyana. Pasi Idik Dit Polair Polda Sumsel, Ipda Salupen mengatakan, pertemuan itu digelar atas perintah Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sisno Adiwinoto. Salupen didampingi Kepala Pos Polair 30 Ilir, Bripka Aang Fantoni SH. “Kita lakukan sosialisasi tentang benda cagar budaya agar mereka paham. Setelah ini, jangan salahkan polisi kalau ada tindakan refresif atas pelanggaran,” tegasnya. Tak kurang 46 kelompok penyelam berperahu mencari harta karun di Sungai Musi sejak pukul 09.00 sampai pukul 17.00 setiap hari. Aktivitas ini dipicu kabar ada kelompok penyelam yang menemukan arca dan menjualnya seharga Rp 3 miliar belum lama ini.

Tiap kelompok beranggotakan antara empat sampai tujuh orang. Mereka datang dari Sungai Batang dan sebagian besar warga Tanggabuntung. Dibeli Negara Polisi mendata identitas kelompok penyelam untuk mencegah masuknya penyelam liar. Pertemuan menyepakati penyelam tradisional boleh melakukan pencarian benda berharga di Sungai Musi. Konsekuensinya, jika ada penemuan yang diduga BCG harus melapor ke Balar Palembang atau melalui petugas di Pos Polair 30 Ilir untuk diteliti. “Jika benar BCG, nanti akan dibeli negara sesuai nilai barang tersebut,” kata Ipda Salupen. “Jadi kita sepakat jalin kerjasama. Tidak hanya ini saja, kalau ada kejadian apa pun lapor,” lanjutnya. (ahf) SMB II Lawan Belanda VOC singkatan Vereenigde Oost indische Compagnie, merupakan Perserikatan Perusahaan Hindia Timur yang berdiri 20 Maret 1602. VOC adalah perusahaan Belanda yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia abad ke 17 sampai 18. Meskipun berupa badan dagang, VOC istimewa karena didukung negara dan diberi fasilitas-fasilitas istimewa, seperti memiliki tentara dan menerbitkan mata uang sendiri.

Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer kompeni. Mereka menerapkan politik pemukiman -kolonisasi- pada kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku. Dengan latar belakang perdagangan inilah awal penjajahan bangsa Indonesia (Hindia Belanda) setelah pada abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi Portugis. VOC mendirikan markasnya di Batavia (sekarang Jakarta). Perusahaan ini hampir selalu konflik dengan Inggris. Kesultanan Palembang Darussalam di bawah kepemimpinan Sultan Mahmud Badaruddin II (1803-1819) berada di antaranya.

Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Britania dan Belanda, di antaranya yang disebut Perang Menteng. Pada 14 September 1811 terjadi peristiwa pembumihangusan dan pembantaian di loji Sungai Alur. Belanda menuduh Britania memprovokasi Palembang agar mengusir Belanda. Sebaliknya, Britania cuci tangan, bahkan langsung menuduh SMB II yang berinisiatif melakukannya. Britania mengirimkan armada perangnya di bawah pimpinan Gillespie dengan alasan menghukum SMB II. Dalam sebuah pertempuran singkat, Palembang berhasil dikuasai dan SMB II menyingkir ke Muara Rawas, jauh di hulu Sungai Musi. Pertempuran melawan Belanda yang dikenal sebagai Perang Menteng (dari kata Muntinghe) pecah pada tanggal 12 Juni 1819. Perang ini merupakan perang paling dahsyat pada waktu itu, di mana korban terbanyak ada pada pihak Belanda. Pertempuran berlanjut hingga keesokan hari, tetapi pertahanan Palembang tetap sulit ditembus, sampai akhirnya Muntinghe kembali ke Batavia tanpa membawa kemenangan. Belanda tidak menerima kenyataan itu. SMB II telah memperhitungkan akan ada serangan balik. Karena itu, ia menyiapkan sistem perbentengan yang tangguh. Di beberapa tempat di Sungai Musi, sebelum masuk Palembang, dibuat benteng-benteng pertahanan yang dikomandani keluarga sultan. Kelak, benteng-benteng ini sangat berperan dalam pertahanan Palembang. Pertempuran sungai dimulai pada tanggal 21 Oktober 1819 oleh Belanda dengan tembakan atas perintah Wolterbeek. Serangan ini disambut dengan tembakan-tembakan meriam dari tepi Musi. Pertempuran baru berlangsung satu hari, Wolterbeek menghentikan penyerangan dan akhirnya kembali ke Batavia pada 30 Oktober 1819. Bulan Juni 1821 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, hari Minggu 24 Juni, ketika rakyat Palembang sedang makan sahur, Belanda secara tiba-tiba menyerang Palembang.

Serangan dadakan ini tentu saja melumpuhkan Palembang karena mengira di hari Minggu orang Belanda tidak menyerang. Setelah melalui perlawanan yang hebat, tanggal 25 Juni 1821 Palembang jatuh ke tangan Belanda. Kemudian pada 1 Juli 1821 berkibarlah bendera rod, wit, en blau di bastion Kuto Besak, maka resmilah kolonialisme Hindia Belanda di Palembang. Tanggal 13 Juli 1821, menjelang tengah malam, SMB II beserta keluarganya menaiki kapal Dageraad dengan tujuan Batavia. Dari Batavia SMB II dan keluarganya diasingkan ke Pulau Ternate sampai akhir hayatnya 26 September 1852. (ahf/berbagaisumber)

Kamis, 03 September 2009

Mumi Guanajuato yang Memukau

Rabu, 2 September 2009 | 10:24 WIB
MEXICO CITY, KOMPAS.com — Sebanyak 36 mumi Guanajuato asal Meksiko yang termasyur itu akan menjalani pameran keliling dunia selama tiga tahun.

Dalam konferensi pers yang menandai diluncurkannya pameran itu di Mexico City, Senin (31/8), panitia memperkenalkan sejumlah mumi yang memukau. Di antaranya mumi anak kecil asal Meksiko bernama Daniel.

Mumi Guanajuato ditemukan pada 1865. Mayat-mayat yang secara alami menjadi mumi itu adalah para korban wabah penyakit kolera yang merebak pada 1833. Mumi Guanajuato menjadi tujuan wisata dan atraksi budaya penting di Meksiko Tengah.

Kamis, 27 Agustus 2009

Terbongkar Rencana Soviet Invasi ke Inggris


KOMPAS.com — Sebuah peta mengungkap rencana Soviet menggelar invasi ke Manchester. Peta yang dibuat 35 tahun lalu itu menunjukkan kota di Inggris sebagai target serangan sejumlah tank Soviet.

Uni Soviet mengindentifikasi kemungkinan tank T-72 Soviet menerobos Mancunian Way. Dalam peta itu juga, Soviet mewarnai target yang ditandai dengan kode di sekitar Manchester, termasuk lokasi nuklir dan penjara.

Chris Perkins, dosen geografi University of Manchester dan kurator ekshibisi tahunan Royal Geographical Society, mengungkap keberadaan peta tersebut. "Sungguh luar biasa keterangan rinci yang terdapat di dalam peta itu," katanya.

"Peta itu menunjukkan sejumlah jalan yang dikenal oleh sebagian besar warga Mancunian yang diyakini oleh Soviet dapat diterobos dengan tank, termasuk Washway Road, The Mancunian Way, dan Princess Road. Beberapa nama jalan bahkan dialihkan ke dalam bahasa Rusia, seperti Urmston, Salford, dan Stretford.

Pembuat peta ini menggunakan kumpulan data dari peta Ordance Survey, satelit, atlas jalan, dan aksi spionase selama 1974. Para pembuat itu juga menambahkan informasi rahasia, seperti penjara Strangeways dan lokasi riset nuklir Risley Moss.

Perkins menambahkan, militer Soviet mengumpulkan data peta tersebut dengan merekamnya dari udara, di antaranya dengan menggunakan pesawat intai dan pencitraan satelit. Data yang direkam dari udara itu untuk melengkapi informasi peta survei UK Ordnance dan petunjuk jalur perdagangan serta atlas yang telah dipublikasikan.

Peta ini sempat mendapatkan proteksi keamanan tingkat tinggi selama Perang Dingin. Namun, peta ini mulai dipublikasikan setelah runtuhnya Uni Soviet.

"Setelah dinyatakan tidak masuk klasifikasi dokumen khusus oleh Rusia, peta tersebut beredar di pasar internasional," kata Perkins. Peta ini diperagakan di konferensi tahunan Royal Geographical Society pekan ini dan selanjutnya disimpan di John Rylands Library hingga Januari tahun depan.

Minggu, 23 Agustus 2009

Ice Age 3: Meriah Meski Tak Pas dengan Sejarah


DI masa liburan sekolah, tak ada salahnya mengajak si kecil menikmati film di bioskop. Satu kisah yang banyak dinanti-nanti adalah sekuel terbaru dari Ice Age, yaitu Dawn of The Dinosaurs. Ice Age seri ketiga ini masih menampilkan karakter Manny mammoth (Ray Romano), Diego sang harimau bertaring panjang (Dennis Leary) dan kukang Sid (John Leguizamo).

Duet sutradara Carlos Saldanha dan Michael Thermeier juga memunculkan karakter dinosaurus di fabel tersebut. Kehadiran dinosaurus dalam fabel di masa es sempat menuai kontroversi di Amerika Serikat (AS) sana. Mengingat, dinosaurus darat dipercaya sudah punah menjelang abad es datang, 65 juta tahun lalu.

Berbeda dengan dua film pendahulunya, Dawn of The Dinosaurs hadir dalam teknologi tiga dimensi (3D). Penonton akan menyaksikan adegan yang lebih hidup, jika menyaksikan film ini dengan kacamata khusus.

Namun kritikus menilai, teknologi 3D sebenarnya tidak perlu. Karena gerak animasi Ice Age 3 halus. Nyaris tak ada bedanya dengan 3D.

Meski ide ceritanya kontroversi, namun Ice Age 3 mampu menyedot perhatian publik di AS. Di awal Juli ini, kisah Manny cs langsung menempati posisi jawara di box office pekan ini dengan perolehan senilai US$ 13,8 juta. Ice Age 3 mampu menggeser Transformer 2 yang mengantongi uang US$ 10,9 juta di pekan ini.

Kritikus film Roger Ebert menilai, Ice Age 3 lebih baik dibandingkan dengan dua prekuel sebelumnya. Tapi kebanyakan kritikus menilai, Ice Age dua seri pertama menampilkan lebih banyak pesan moral.

Film pertama, misalnya, membawa pesan soal pentingnya keluarga dan harmoni dengan alam. Sementara film kedua dipuji karena menggemakan isyu pemanasan global.

Namun banyak kritikus mengakui, Ice Age 3 lebih menghibur dibanding dua seri terdahulu.http://weekend.kontan.co.id/index.php/read/xml/resensi/2965/ice-age-3-meriah-meski-tak-pas-dengan-sejarah

Perang Berhenti, "Jurassic Park" Terungkap di Angola


Sabtu, 22 Agustus 2009 | 13:55 WIB

LUANDA, KOMPAS.com — Angola dikenal karena minyak dan berliannya. Namun, para pemburu dinosaurus meyakini bahwa negara itu menyimpan banyak fosil langka—beberapa bahkan menyembul dari permukaan tanah—dan menunggu untuk digali.

"Angola menyimpan museum di dalam tanahnya," ujar Louis Jacobs, peneliti fosil dari Southern Methodist University di Dallas, Texas. "Namun, peperangan telah menghalangi penelitian di sana. Kini setelah perang usai, tampak bahwa banyak sekali yang bisa ditemukan."

Adapun laporan pertama mengenai adanya fosil dinosaurus di Angola muncul tahun 1960-an. Namun, perang kemerdekaan melawan Portugis yang diikuti perang saudara selama tiga dekade telah membuat tanah negara itu dipenuhi ranjau. Akibatnya, para peneliti kesulitan melakukan penggalian.

Setelah perang usai tahun 2002, para peneliti baru bisa mengungkap masa lalu tanah itu. Temuan terbesar terjadi tahun 2005 saat Octavio Mateus dari New Lisbon University mendapati lima tulang dari kaki kiri depan seekor dinosaurus sauropoda di pesisir Iembe.

Sejak itu, banyak tengkorak dan tulang belulang binatang purba ditemukan. Mulai dari kura-kura, hiu, sampai plesiosaurus dan mosasaurus yang sebenarnya lebih dekat kekerabatannya dengan ular dibanding dinosaurus.

Salah satu mosasaurus yang ditemukan kemudian dinamai Angolasaurus.

Menurut Mateus, temuan-temuan itu baru permulaan saja. "Kami yakin ada banyak sekali fosil dinosaurus yang bisa ditemukan. Kami hanya butuh fasilitas untuk menggalinya."

"Angola memiliki harta karun berupa fosil yang luar biasa. Beberapa daerah merupakan lokasi fosil terbaik di dunia karena kami terus menemukan jenis hewan baru," lanjutnya.

Para peneliti berharap, fosil-fosil di Angola bisa membantu mereka dalam mempelajari bagaimana benua-benua bergeser. "Dari fosil, kita bisa mengetahui perpindahan hewan-hewan dan kapan mereka tidak lagi bisa menyeberangi benua-benua itu."

Senin, 17 Agustus 2009

"Tips Menghadapi Ulangan Sejarah"

Pernahkah kamu menghadapi tumpukan bab sejarah yang harus segara dibaca karena akan ulangan ? Padahal pada waktu itu kamu juga akan menghadapi ulangan-ulangan pelajaran lain? Pasti tak jarang membuat panik dan stres berat. Padahal untuk sukses dalam ulangan sejarah caranya cuma ada dua yaitu MEMBACA DAN MEMBACA !!!!!

Ada tips yang bisa kalian latih supaya kalian bisa memiliki kemampuan membaca yang lebih cepat. Tapi sebelumnya kalian harus tau dulu kebiasaan membaca yang salah dan bikin lama !

1. Membaca dengan bersuara (terlalu lama karena membaca secara detail)
2. Membaca dengan menunjuk tulisan (terlalu lama karena membaca secara detail)
3. Mata tidak tertuju pada tulisan
4. Mangulang bacaan yang sudah pernah dibaca

Tahukah kamu mata kita memiliki kemampuan merekam yang luar biasa? Selain melihat, mata kita secara otomatis akan merekam apa yang dilihatnya. Indra kita satu ini, lebih canggih dari pada handycamp manapun yang pernah di buat. Hard discnya (tempat menyimpan) sangat besar yaitu OTAK kita !!!!

Mengapa sering kali kita tidak bisa mengingat apa yang sudah kita baca? Hal disebabkan cara membaca kita adalah salah. Saat kita belajar membaca, kita biasa diajarkan untuk mengeja. Padahal dengan mengeja kita memperlampat proses penyerapan informasi dari tulisan tersebut.

Otak melalui mata kita juga memiliki daya analisa simbol yang cepat dan akurat (sperti liputan 6 SCTV aja ....). Sama halnya kalau kalian lagi jalan-jalan di Mall, pasti kalian langsung dapat membedakan dimana tempat toilet cowok dan cewek dengan melihat simbolnya. Cara kerja otak demikian ini bisa kita praktekan dalam membaca dengan melihat tulisan sebagai simbol dan bukaan ejaan yang menghabiskan waktu.

Solusinya adalah membaca tulisan itu sebagai simbol-simbol bukan sebuah ejaan. Contohnya, "BOLA" arti simbolnya adalah benda bulat yang biasa ditendang. Apabila kita mengeja BO - LA = BOLA maka kita akan berkonsentrasi pada huruf-huruf baru mengartikannya. Jadi mengeja kata atau kalimat memperlambat pemahaman terhadap tulisan.

Setelah memahami tulisan sebagai simbol. Langkah berikutnya adalah MENGHINDARI MEMBACA SECARA DETAIL dari sebuah kalimat atau paragrap. Lihat simbol-simbol yang memiliki arti penting saja. Kemudian hubungkan dan artikan simbol itu.
Secara sederhanya, membaca dengan cara melompat-lompat dengan hanya melihat simbol yang penting saja.

Untuk memahami isi bacaan secara menyeluruh diperlukan persiapan. Biasakan perhatikan terlebih dahulu JUDUL BACAAN, PEMBAGIANNYA (biasanya dalam bab atau poin), GAMBAR, BAGAN, HURUF TEBAL, MIRING, GARIS BAWAH, TANGGAL/TAHUN dan simbol-simbol lainya. kemudian bayangkan isi dari bacaan tersebut.

Setelah dapat membayangkan isi dari sebuah bacaan, langkah selanjutnya. yaitu perhatikan kalimat/paragraph cari simbol penting dalam dan kaitkan simbol tersebut. Mungkin pada awalnya agak sulit, kalian bisa latih dengan cari simbol pada kalimat dulu kemudian terjemahkan isi kalimat. Pada tahap selanjutnya kalian bisa latih dengan melihat paragrap, lihat simbol-simbol yang penting saja dan terjemahkan paragrap itu.

Untuk dapat melakukannya dengan sempurna di perlukan latihan yang terus menerus untuk membuat kebiasaan baru. SEMOGA BERMANFAAT dan MENINGKATKAN NILAI ULANGAN SEJARAH KALIAN DAN PELAJARAN LAINNYA. TETAP BERSEMANGAT !!!!!!